
Telah genap 63 tahun Tuhan melangkah bersama kami
Baik dalam sisi suka maupun sisi duka
Kau hantarkan negeri ini ke arah yang lebih baik
Kau mengangkat kami ke arah era pembebasan
Telah Kau berikan tanah air yang tak hentinya menghasilkan
Kejernihan kehidupan untuk kami sebagai yang ada di atasnya
Telah Kau berikan gunung yang menjulan tinggi
Telah Kau berikan laut yang tak henti menghasilkan
Semuanya telah Kau berikan sejak kami terlahir dan akan mati di tanah ini
Perjuangan bangsa ini tak akan terhenti di sini, Tuhan
Kami sebagai generasi yang akan menjadi pengolah semua yang Engkau berikan
Berikanlah kami kebijaksanaan dan hati yang bersih
Hadirkanlah kami sebagai pengayom bangsa untuk generasi berikutnya
Untuk mereka yang berjuang di atas, berikanlah mereka kebijaksanaan
Berikanlah mereka hati yang bersih dan bebas dari segala bentuk keharaman
Biarkanlah mereka memimpin bangsa ini ke arah yang lebih baik, Tuhan
Memerdekakan bangsa ini juga perlu pengorbanan
Maka itu, kami juga berdoa untuk mereka yang telah gugur
Demi sebuah kemerdekaan, mereka yang tertawan, mereka yang terfitnah
Semoga doa ini menjadi balas jasa dari kami untuk mereka
Yang rela merenggangkan nyawa demi kebebasan
Yang rela meneteskan darah demi kebebasan
Untuk mereka yang belum bisa menikmati kemerdekaan
Berikanlah mereka harapan untuk merdeka
Agar mereka bisa merasakan arti kemerdekaan seperti dunia lainnya
Dan untuk kami sebagai masyarakat
Semoga kami bisa mencintai bangsa kami
Sebagai mana yang telah diberikan Tuhan kepada kami
Sebagai anugerah tak ternilai…
note puisi ini adalah puisi dari teman. Sengaja aku publikasikan di saat dan waktu yang tidak tepat. yang seharusnya puisi ini di publikasikan pada bulan agustus kemarin. tetapi mengingat politik indonesia saat ini rasanya tidak ada salahnya dengan puisi ini.
dengan korupsi yang membabi buta, di setiap sektor. membuat merinding.penggusuran terhadap orang orang yang tertindas bahkan pengguran terjadi ketika selelsai pesta tujuh belas agustus dan perayaan hari kemedekaan. dll yang membuat hati ini terasa pilu. dinamakah rasa nasionalisme terhadap bangsa. dimanakh hati mereka ? sudah demikian tuli ? apakah dengan mengusir orang-orang kecil dan terdzalimi akan mendapatkan berkah ramadhan.
memang untuk berkata seperti ini tidak usah memakai teori-teori besar tetapi cukup teori dari orang yang tertindas. semoga ramadhan menggugah hati penguasa kita amin